Tuesday, July 26, 2016

Mencicip Hot-nya Bakso Boedjangan dengan Kaldu Kluwak

VIVA.co.id - Siapa tak suka bakso? Makanan dari daging sapi berbentuk bulat yang satu ini sudah menjadi hidangan favorit masyarakat Indonesia. Tua, muda, pria, wanita, cuaca panas hingga dingin, bakso selalu bisa menjadi idola.
3C9NHU2AAD42370AC6A26Fl
Tak heran kenapa banyak sekali jenis bakso yang ditawarkan agar penikmatnya tidak merasa bosan. Mulai dari bakso urat, bakso halus, bakso isi, bakso berukuran besar, kecil. Selain daging, fokus utama dalam hidangan ini adalah kuah bakso. Kaldu yang lezat dalam kuah menyempurnakan bulatan daging bakso.
Seperti salah satu kedai bakso dengan nama Bakso Boedjangan. Kedai dengan interior ala rumah jadul ini memiliki beragam menu bakso isi yang pasti disukai pelanggannya, bahkan hingga kuahnya pun bervariasi.
"Bakso telur identik dengan ayam, di sini menggunakan telur bebek," ujar David, manajer Kedai Bakso Boedjangan yang ditemui VIVA.co.id di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Juli 2016. Tekstur bakso lembut dengan beragam isi di dalamnya mulai dari telur asin, keju, cabai rawit, menjadi ciri khas yang membedakan kedai bakso ini dengan yang lainnya.
Selain unik dengan ragam baksonya, ternyata nama Bakso Boedjangan sendiri memiliki makna khusus."Konsepnya kita mau menggandrungi kaum wanita. Karena survei terhadap 70 persen wanita, mereka suka bakso, mau kepanasan, kedinginan tetap bakso. Target kita pangsa pasarnya wanita."
Sebagai franchise dari kedai bakso dengan nama yang sama, kedai bakso Boedjangan Kelapa Gading tidak hanya memiliki rasa yang sama dengan kedai di Bandung, namun juga interior yang sama persis. Melihat adanya gerobak di dalam kedai, dengan batu bata merah ditonjolkan di bagian dinding, serta beberapa dekorasi nuansa jadul menjadikan tempat ini seperti warung bakso pinggiran yang disulap lebih modern.
Konsep dan rasa yang sama di setiap franchise kedai tetap dipertahankan, dengan maksud agar pengunjung merasakan hal yang sama dimanapun mereka berkunjung. "Konsep sama semua, biar semua yang datang ke bakso Boedjangan di manapun suasana sama, rasanya sama."
Sedangkan untuk kuah kaldu sendiri, selain menyediakan kuah dengan kaldu tulang, juga terdapat pilihan kuah dengan kluwak. Bagi mereka pencinta makanan pedas, bakso dengan kuah kluwak ini sangat cocok. "Kuah kluwak ini baru satu bulan ada.
Dan cocok untuk mereka pecinta makanan pedas." Namun jangan bayangkan pedasnya kuah yang gurih ini akan sangat pedas, bagi pencinta pedas, tetap bisa menambahkan sambal cabai di dalamnya.
Bosan makan bakso di kedai bakso, tenang karena di sini juga menyediakan berbagai olahan nasi dan yamin. Seperti Black Yamin yang Misterius, warna hitam mi yang terbuat dari arang bambu. Untuk nasi sendiri yang menjadi idola adalah nasi bakso saos telur asin, dan nasi goreng urat Boedjangan
Untuk minuman dan dessert sendiri, wajib mencoba es duren kesepian, dan air mata buaya. Es durian kesepian terbuat dari daging durian Medan polos, tanpa biji dengan kuah vanila yang sangat menyegarkan. Air mata buaya sendiri menjadi alternatif minuman favorit baru di sini. Terbuat dari Fanta, biji selasih, jeli, sirup, dan susu.
sumber : viva.co.id
Produk kami "Bakso Mitfood"
jual bakso sapi
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Jual Bakso Sapi
Link Terkait:
Bakso Sapi Grade B
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Bakso Sapi Grade C
Link Terkait:


 

Monday, July 18, 2016

Mencicipi Bakso Rasa Soto Khas Pemalang

PEMALANG -- Bakso dikenal masyarakat Indonesia sebagai kuliner berbentuk bulat. Namun, di Pemalang, Jawa Tengah, bakso daging dipotong kecil-kecil dan disajikan menyerupai soto. Sebelum disajikan, daging sapi terlebih dahulu direbus bersama dengan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan, seperti kemiri, merica, bawang putih dan jahe. Kemudian, bakso disajikan di dalam mangkuk yang sudah terisi irisan daging, daun bawang, tomat, dan mie suun. Bakso daging khas Pemalang disajikan bersama lontong dan kerupuk.int(3)
Salah satu warung yang menyajikan menu bakso daging di Kota Santri ini adalah warung milik Kusyati, yang berada di Pertigaan Jebed, Taman. Meski terbilang kecil, warung Kusyati tak pernah sepi pembeli. Untuk menikmati semangkuk bakso, Kusyati mematok harga yang relatif murah, yakni Rp12 ribu. Jika pembeli makan dengan lontong, kerupuk dan minuman, harga menjadi Rp 20 Ribu.
Warung bakso daging milik Kusyati dalam sehari mampu menghabiskan 15 kg daging sapi.
"Dinamai bakso daging karena jaman dulu belum ada bakso yang berukuran bulat. Ini resep turun temurun sejak 1965," jelas Kusyati saat dijumpai Metrotvnews.com, di warungnya. Penggemar bakso daging bukan hanya dari daerah setempat. Budiharto, yang berasal dari Tegal, rela menempuh perjalanan yang lumayan jauh hanya demi mencicipi bakso daging di warung Kusyati.
"Sengaja saya jauh-jauh datang dari Tegal, demi untuk menikmati bakso daging ini. Enak sekali dinikmati saat masih panas, dagingnya empuk dam memiliki rasa yang khas," ujar pria 40 tahun ini.
sumber : lampost.co
Produk kami "Bakso Mitfood"
Jual Bakso Sapi
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
jual bakso sapi
Link Terkait:
Bakso Mitfood Grade B
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Bakso Sapi Grade C
Link Terkait:

Monday, July 11, 2016

Bakso Menjadi Makanan Favorit Pemudik

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bakso menjadi makanan favorit para pemudik di jalur selatan Jawa Barat. "Bakso tidak ribet dan tidak butuh waktu lama membuatnya, selain itu harganya juga sangat terjangkau," kata Wawan, pemudik bermotor di jalur Garut, Ahad (10/7).
photo (1)
Wawan menempuh perjalanan dari Tasikmalaya ke Bandung. Sepanjang perjalanan ia mengaku sudah beberapa kali jajan bakso di pinggir jalan.
Hampir semua gerai penjual bakso diserbu pemudik, khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor. Salah seorang pemilik warung bakso di Jalan Pembangunan Kabupaten Garut, Trisno (50) mengaku menambah stok bakso jualannya.
Tak hanya pedagang bakso di dalam kios, para pedagang bakso dorong juga panen pada musim mudik lebaran kali ini. Para pedagang bakso yang berjualan di pinggir jalan di jalur selatan itu dikerubuti oleh para pemudik yang membeli bakso sambil berinstirahat.
Meski terjadi peningkatan jumlah pembeli oleh para pemudik, namun para pedagang bakso tetap menjualnya dengan harga normal. Harga bakso di jalur itu berkisar antara Rp7.000 hingga Rp13.000 per mangkuk.
Selain para pedagang bakso, para penjual kopi gendong juga menuai untung di jalur macet di kawasan Garut itu. Mereka menjual segelas kopi antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per gelas ukuran 200 mili liter.
Sumber : antara
 

Friday, June 24, 2016

Menu Sahur Mi Tumis Bakso Sayuran yang Lezat & Cepat

Menu Sahur Mi Tumis Bakso Sayuran yang Lezat Cepat
JAKARTA - Menyiapkan makanan di waktu sahur tentu dibutuhkan menu yang lezat, sehat, namun juga mengenyangkan. Selain itu, yang terpenting dalam memilih menu makanan untuk sahur adalah simple dan cepat dalam membuatnya. Seperti resep Mi Tumis Bakso Sayuran dari Taste.com.au yang satu ini.
Selain rasanya yang lezat dan tentu disukai oleh anggota keluarga Anda, menu sahur yang satu ini sangat mudah dan cepat membuatnya. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, Anda sudah dapat menyajikan menu sahur yang bergizi dan nikmat saat disantap. Selamat mencoba!
Bahan-bahan:
2 sdt minyak zaitun
400 gram bakso sapi
200 ml saus tiram
400 gram mi telur, rebus hingga matang
400 gram sayuran beku, rebus sebentar
400 gram jagung baby, potong-potong sesuai selera
Daun bawang, iris tipis, untuk penyajian
Garam dan merica sesuai selera
Cara membuat:
Panaskan 1 sdt minyak dalam wajan besar di atas api sedang. Masak bakso sebenrar sampai berwarna keemasan dan matang. Transfer ke mangkuk. Campurkan dengan 100 ml saus tiram, diamkan dan tutup dengan aluminium foil agar meresap dan tetap hangat.
Selanjutnya, panaskan wajan di atas api sedang. Panaskan sisa minyak, kemudian tambahkan sayuran dan tumis selama 2 menit.
Tambahkan jagung, bakso, sisa saus dan mie Tumis selama 2 menit atau sampai semua bahan matang merata. Sajikan dengan potongan daun bawang.
(nfl)
Produk kami "Bakso Mitfood"
bakso new
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Jual Bakso Sapi
Link Terkait:
Bakso Sapi Grade B
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Bakso Sapi Grade C
Link Terkait:


Wednesday, June 15, 2016

Menko Darmin Sebut Daging Sapi Beku Tak Enak Hanya Mitos

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution membantah pernyataan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang menganggap daging sapi beku memiliki kualitas dan rasa yang tidak enak dibanding daging sapi segar.

Menko Darmin Sebut Daging Sapi Beku Tak Enak Hanya Mitos


Menurutnya, anggapan bahwa daging sapi beku memiliki rasa yang tidak enak hanyalah mitos. Dia mengatakan, restoran yang menyajikan daging sebagai menu utama seperti steak pun selama ini menggunakan daging sapi beku, bukan daging sapi segar, dan masyarakat tetap gemar mengonsumsi steak. 

"Siapa yang bilang? Ya dia (Kadin) karena dari dulu belinya yang segar. Tapi coba tanya, apa kalau makan steak di restoran apa dia pikir segar itu. Beku. Mitos jangan dibawa-bawa lah," katanya di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini tak menampik, harga daging di pasar masih ada yang mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg). Namun, harga daging sapi yang dijual seharga Rp77 ribu pun juga ada. Jadi, tinggal masyarakat yang memilih jenis dan harga daging yang akan dibeli.

"Artinya, apa yang bisa dilakukan pemerintah sekarang ini adalah membuka peluang dan memberikan kesempatan masyarakat kita, anda mau beli daging harga Rp75 ribu-Rp77 ribu ada. Itu kan mitos, kalau beku enggak enak. Siapa yang bilang itu, coba tanya ibu-ibu," tegas Darmin.

Sebelumnya, Kadin menilai harga daging sapi segar di Indonesia tidak akan bisa mencapai Rp80 ribu per kg. Hal tersebut akan menekan pengusaha daging sapi, khususnya di industri feedloter.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe mengatakan, solusi pemerintah untuk membuka keran importasi daging sapi tidak akan banyak membantu menurunkan harga daging sapi di pasaran. 

Pasalnya, yang diimpor pemerintah adalah daging sapi beku yang kurang digemari masyarakat Indonesia. "Karena konsumen kita 85% senang daging segar yang ada di sapi hidup. Bukan yang 15% (dari daging sapi beku). Ini yang tidak pernah dipahami," katanya kemarin.

sumber : ekbis.sindonews.com
(izz)

Produk kami "Bakso Mitfood"




















Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik



Link Terkait:

Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik

Link Terkait:


Monday, June 6, 2016

Kisah Seorang Penjual Bakso yang Akhirnya Mendapatkan Penghargaan dari Kementrian Republik Indonesia

Belajar Matematika bagi sebagian siswa atau siswi tingkat SMP memang sangat dianggap sulit, namun tidak demikian di tangan Drs Juli Eko Sarwono. Pria yang hingga kini sudah mengajar selama 29 tahun ini berhasil menciptakan sebuah alat peraga untuk pelajaran Matematika. Berikut kisahnya.
Juli Eko Sarwono ini kini sudah berusia 53 tahun. Beliau ini adalah seorang guru Matematika, di  SMP Negeri 19 Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Beliau ini memang sudah tidak pernah bosan dan lelah mengabdi pada negeri ini. Hal itu ia buktikan ketika ia bekerja menjadi guru SMP di Purworejo, Jawa Tengah. Setiap hari Eko harus menempuh jarak yang sangat jauh yaitu 36 kilometer untuk bisa sampai di Sekolah SMP 19 Purworejo, Jawa Tengah. Suatu jarak yang sangat jauh tentunya. Hal ini juga tidak akan mudah dilakukan oleh orang lain mengingat jauhnya perjalan. Selain sebagai seorang guru, beliau ini juga dikenal sebagai penjual bakso dengan raya yang sangat nikmat
000659000_1465103859-Pak_Eko_Penjual_Bakso_Lip
 
Pekerjaan sebagai seorang guru itu beliau lakukan setiap hari dengan tujuan mengabdi dan rasa ikhlas mendidik. Pak Eko menegaskan, di awal karirnya, ia mulai mengajar sejak tahun 1985 di sekolah SMP Muhammadiyah Magelang. Namun, setelah tiga tahun mengabdi di SMP Muhammadiyah, ia kemudian diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan akhirnya ditugaskan di SMP 19 Purworejo, Jawa Tengah.
“Saya sudah 29 tahun mengajar. Saya senang, meski jauh tidak pernah saya mengeluh.” Begitulah kata pak Eko sembari beliau tersenyum
Menurut pak Eko, pekerjaan apapun tidak akan terasa sulit jika semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas dan perasaan yang senang di dalam hati. Pasalnya, dari pekerjaan dengan penuh keikhlasan  itu ia akan mendapatkan kepuasan dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik. Bahkan, beliau mengungkapkan perasaan yang begitu mendalam ketika sudah bertemu murid baik yang diajar ketika itu maupun yang sudah menjadi alumni . Kini berkat kerja keras seorang guru bernama Eko, sekolah SMP 19 telah mendapatkan pengakuan sebagai sekolah bertaraf nasional dengan berbagai prestasi di tangannya. Namun prestasi yang begitu tampak dan begitu cemerlang karena prestasi di bidang Matematika.
Bahkan beliau mengatakan sejak beliau ini menemukan metode baru dengan bantuan alat peraga. Sekolah yang menjadi tempat sebagai guru ini mendapatkan berbagai penghargaan dalam berbagai prestasi untuk mata pelajaran Matematika. Bahkan yang terbaru yaitu pengakuan langsung dari Mendikbud. Berkat adanya hal itu, beliau begitu disegani oleh murid dan juga guru di sekolah tersebut karena telah mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional ini.
sumber : banyakbaca.com
Produk kami "Bakso Mitfood"
jual bakso sapi
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Jual Bakso Sapi
Link Terkait:
IMG_20141101_154809
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Bakso Sapi Grade C
Link Terkait: